Monday, October 26, 2015

#2:Kisruh dengan DPRD Bekasi, Ahok: Saya Senang, Mau Tahu Siapa 'Main' di Bantargebang

kabar terbaru - #2:Kisruh dengan DPRD Bekasi, Ahok: Saya Senang, Mau Tahu Siapa 'Main' di Bantargebang


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak gentar menghadapi ancaman DPRD Bekasi untuk menyetop pembuangan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi. Ahok mengaku malah senang karena
dewan baginya secara tidak langsung mengungkap sejumlah kejanggalan.

"Saya kita sederhana saja. Saya justru sangat senang karena selama ini kan lucu. Kalau kita tanya sama Bantargebang nih, kenapa itu tanahnya DKI masa mesti bayar tipping fee ke tanahnya DKI. Duitnya ke siapa?" ujar Ahok di Universitas Paramadina, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2015).

"Dulu pernah disetop enggak boleh masuk. Apakah preman-preman tanda kutip? Kita harus tahu. Kenapa enggak mau kalau ada tiping fee kasihnya ke Pemkot Bekasi dong supaya masuk ke APBD-nya. Kenapa mesti ke swasta? Jadi dia bisa bikin UPT, kita bisa bikin UPT kita kerjain masing-masing," lanjutnya.

Sambil menahan emosi, Ahok ingin mengetahui dugaan ada tidaknya anggota DPRD Bekasi periode 2014-2019 yang kongkalikong dengan oknum Bantargebang sebelum duduk di kursi dewan.

"Justru saya pengen tahu nih anggota DPRD Bekasi yang teriak-teriak ini sudah masuk 2014 sebelumnya di mana mainnya? Apa termasuk yang main-main di Bantargebang? Jadi kita bisa masalah nanti," kata Ahok.

"Makanya saya senang ketika mereka mengatakan ini tidak memenuhi standar segala macam, sebetulnya mereka sedang membantu saya secara tidak langsung. DPRD Bekasi yang menyatakan bahwa PT Godang Tua Jaya itu wanprestasi, enggak ada izin lingkungan, air dan sebagainya. Begitu dia wanprestasi boleh enggak saya batalin? Boleh dong. Artinya, yang mengatakan itu wanprestasi siapa? Bukan saya lho, Bekasi lho," jelasnya.

Ahok mempertanyakan peruntukkan biaya Rp 400 miliar yang dibayarkannya kepada PT Godang Tua Jaya (GTJ). Sebab sampai saat ini tidak ada laporan pertanggungjawaban.

Oleh karena itu, dia menduga uang itu menjadi semacam jatah preman. "Saya boleh enggak terjemahkan bahasa kasar ya, ini apa ada uang preman gitu loh supaya bisa lewatin ke kampung saya. Ini yang saya tanya, harusnya kalau bukan uang preman resmi dong masuk APBD Bekasi," tegas dia.

Meski tengah berseteru dengan DPRD, namun Ahok mengaku hubungan dengan Pemkot Bekasi masih baik. Proyek-proyek kerjasama di antara keduanya pun tetap berjalan seperti biasa.

"Walikota Bekasi baik banget. Kita kontak terus kok, kita lagi mau kasih dia truk. Saya bilang, kemarin kita kasih Rp 60 atau 100 miliar. saya bilang sama semua, Bekasi Kota maupun Kabupaten dan Tanggerang atau Tanggerang Selatan," kata Ahok.

"Kenapa dia ribut karena saya curiga. Karena saya kirim surat peringatan SP 1 pada Godang Tua Jaya," tegasnya.

0 comments:

Post a Comment